28 MN Skip to main content

Posts

Tegas! Jenderal Tertinggi AS Nasihati Trump: Melawan Iran Jauh Lebih Sulit daripada Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menjabarkan kepada para penasihatnya perihal taktik melawan Iran. Dia akan menggunakan taktik serangan terarah lebih dulu, tapi jika Iran tidak menyerah pada tuntutannya untuk menghentikan program nuklir, dia akan mempertimbangkan serangan yang jauh lebih besar untuk menggulingkan para pemimpin negara Islam tersebut. Taktik itu diungkap orang-orang yang diberi informasi tentang pertimbangan internal pemerintahan Trump, sebagaimana dikutip dariThe New York Times, Senin (23/2/2026). Para negosiator dari Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Jenewa pada Kamis mendatang untuk apa yang tampaknya merupakan negosiasi terakhir untuk menghindari konflik militer. Tetapi Trump telah mempertimbangkan opsi untuk tindakan AS jika negosiasi gagal. Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Senin, 23 Februari 2026 - 11:26 WIB oleh Muhaimin dengan judul "Jenderal Tertinggi AS Nasihati Trump: Melawan Iran Jauh L...

Tegas! Stella Christie Sentil Penerima LPDP Viral "Cukup Saya WNI": Beasiswa Amanah, Bukan Fasilitas

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menyentil penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas yang viral karena konten "cukup saya WNI, anak jangan".  Stella mengingatkan bahwa beasiswa dari negara adalah amanah, bukan sekadar fasilitas. "Kontroversi yang muncul belakangan ini pada dasarnya mencerminkan kegagalan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan. Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas. Di sinilah letak persoalannya," ujar Stella kepada Kompas.com, Minggu (22/2/2026).  Stella lantas bercerita pernah dikecam netizen karena mengimbau penerima beasiswa S1 luar negeri Kemendikti Saintek untuk menganggapnya sebagai utang. Menurutnya, kenyataannya memang begitu, di mana setiap beasiswa dari negara adalah utang budi.  "Meski demikian, jawaban atas persoalan ini bukanlah dengan memperketat sistem beasiswa melalui lapisan demi lapisan pembatasan. Pembatasan yang b...

Mengejutkan! Penutupan Minimarket demi Kopdes, F-PDIP: Belum Keputusan Rapa

Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengklarifikasi isu yang beredar bahwa DPR RI telah menyetujui rencana Pemerintah untuk menutup ritel modern atau minimarket demi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Rencana penutupan minimarket muncul karena dianggap sebagai saingan Kopdes. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris F-PDIP DPR RI, Dolfie O.F.P sebagai respons atas beredarnya isu yang menyebut DPR telah menyetujui usulan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto untuk menghentikan ekspansi minimarket demi Koperasi Desa. Termasuk adanya narasi salah yang mengatakan Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyetujui rencana itu. "Tidak terdapat pernyataan resmi dari Ketua DPR RI terkait isu penghentian atau pembatasan ekspansi minimarket di desa sebagaimana yang berkembang di ruang publik," kata Dolfie O.F.P dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026). Baca artikel detiknews, "Penutupan Minimarket demi Kopdes, F-PDIP: Belum Keputusan Rapat...